Showing posts with label Jaringan. Show all posts
Showing posts with label Jaringan. Show all posts

3.04.2010

Cara Buat Antena WiFi (Wajan Bolic)


Bikin Antenna Wireless 2.4 GHz WajanBolic
Solusi Antenna Wireless murah

LATAR BELAKANG
• Untuk meningkatkan jarak jangkauan wireless LAN diperlukan antena
eksternal dengan gain yang lebih tinggi dari antenna standard
• Antena eksternal High Gain harganya relative mahal
• Banyak barang-barang yang sering dijumpai dalam kehidupan sehari-hari
yang dapat digunakan untuk membuat antenna High Gain dengan cara
mudah dan biaya ringan
TUJUAN
• Sharing pengetahuan/ pengalaman dalam hal pembuatan homebrew
antenna khususnya Antenna WajanBolic dan hal-hal seputar Wireless
Network
RUANG LINGKUP
Dalam Workshop ini akan dibuat Antena WajanBolic dengan N Connector dan Pigtail
SEKILAS WIRELESS/ WiFi
WiFi (Wireless Fidelity) adalah istilah generik untuk peralatan Wireless Lan atau WLAN. Biasa menggunakan keluarga standar IEEE 802.11. Oleh karena itu didukung banyak vendor.
STANDAR PROTOKOL
Peralatan wireless yang biasa digunakan adalah menggunakan standar IEEE 802.11x, dimana x adalah sub dari:
IEEE 802.11
IEEE 802.11a
IEEE 802.11a 2X
IEEE 802.11b
IEEE 802.11b+
IEEE 802.11g 2.4GHz
5GHz
5GHz
2.4GHz
2.4GHz
2.4GHz 2 Mbps
54 Mbps
108 Mbps
11 Mbps
22 Mbps
54 Mbps

DASAR HUKUM
Keputusan Mentri No.2 Tahun 2005 tentang penggunaan pita frekuensi 2400-2483.5MHz yang ditandatangani pada tanggal 5 januari 2005 aleh Mentri Perhubungan M. Hatta Rajasa.
Beberapa hal yang penting dari Keputusan Mentri No.2 Tahun 2005 adalah Anda tidak memerlukan izin stasiun radio dari pemerintah untuk menjalankan peralatan internet pada frekuensi 2.4GHz, tetapi dibatasi dengan:
1. Maksimum daya pemancar ada 100mW (20dBm).
2. Maksimun Effective Isotropic Radiated Power/ EIRP di antenna adalah 36dBm
3. Semua peralatan yang digunakan harus di-approve/ disertifikasi oleh POSTEL

Antena WajanBolic
Kenapa disebut WajanBolic?
• Wajan : penggorengan, alat dapur buat masak
• Bolic : parabolic
• WajanBolic : Antena parabolic yg dibuat dari wajan
Karena berasal dari wajan maka kesempurnaannya tidak sebanding dg antenna
parabolic yg sesungguhnya.
Dalam workshop akan dibuat Antena WajanBolic dengan N Connector dan Pigtail
dengan pertimbangan :
Beberapa kekurangan antenna WajanBolic :
• Karena berupa solid dish maka pengaruh angin cukup besar sehingga
memerlukan mounting ke tower yang cukup kuat

ANTENA 2.4 GHz
Beberapa Contoh Design Antena 2.4 GHz
Kebanyakan antenna homebrew wifi yg ada di internet : antenna yagi, antenna kaleng (tincan antenna), antenna biquad, antenna helix, antenna slotted waveguide. Komponen yg selalu ada dlm design antenna-antena tsb : N-type Connector & pigtail
Konektor : N-type Male, N-type Female, RP TNC Male, RP TNC Female, Pigtail
Antena Yagi Antena Colinear
Antena Kaleng (Tin Can Antenna)
Antena Biquad Double Biquad
Antena Waveguide Slot
Antena Helix
Antena Horn Antena Parabolic Grid


Ok..!! kita langsung saja ke pembuatan WajanBolic
Persiapan
Peralatan dan bahan yang perlu di siapkan:
BAHAN
1. Wajan diameter 36” (semakin besar diametr semakin bagus)
2. PVC paralon tipis diameter 3” 1 meter
3. Doff 3” (tutup PVC paralon) 2 buah
4. Aluminium foil
5. Baut + mur ukuran 12 atau 14
6. N Connector female
7. kawat tembaga no.3
8. Double tape + lakban
PERALATAN
1. Penggaris
2. Pisau/ Cutter
3. Solder + timah nya
4. Gergaji besi

PERKIRAAN HARGA
Perkiraan harga yang dikeluarkan untuk membeli bahan WajanBolic adalah kurang dari Rp 100.000,-. Bandingkan jikan Anda harus membeli antenna Grid 24db, yang bikinan local saja mencapai Rp 500.000,- lebih dan yang import bisa mencapai Rp 1.000.000,- lebih. Atau membeli antenna grid local yang harga nya Rp 200.000,- sedangkan yang import bisa mencapai Rp 300.000 lebih.

TAHAP PENGERJAAN
1. Siapkan semua bahan dan peralatan yang dibutuhkan.
2. Lubangi wajan tepat di tengah wajan tersebut seukuran baut 12 atau 14, cukup satu lubang saja.
Kemudia, ukur diametr wajan, kedalaman wajan dan feeder/ titik focus. Untuk lebih jelas nya silahkan liat gambar di bawah.
Contoh :
Parabolic dish dg D = 70 cm, d = 20 cm maka jarak titik focus dari center dish : F = D^2/(16*d) = 70^2 / (16*20) = 15.3 cm
Pada titik focus tsb dipasang ujung feeder. Untuk mendapatkan gain maksimum.

3. Potong PVC paralon sepanjang 30 cm, kemudian beri tanda untuk jarak feeder nya (daerah bebas aluminium foil). Untuk menentukan panjang feeder nya gunakan rumus di atas.
4. Beri lubang pada bagian paralon untuk meletakkan N Connector, untuk itu gunakan rumus antenna kaleng. Bias di lihat di http://www.saunalahti.fi/elepal/antenna2calc.php
5. Potong kawat tembaga yang sudah disiapkan sesuai dengan ukuran yang didapatkan dari hasil kalkulasi website di atas. Dan solderkan pada N Connector yang telah di siapkan.
6. Selanjut nya, bungkus PVC paralon dengan dgn aluminium foil pada daerah selain feeder, klo aluminium foil yang ada tanpa perekat, maka untuk merekatkan nya bisa menggunakan double tape.
7. Lalu pasangkan N connector ke PVC Paralon yang telah dilubangi td.
8. Pada bagian doff (tutup PVC paralon) yang akan di pasang pada ujung dekat dengan N Connector harus di beri aluminium foil, sedangkan doff yang di pasang pada wajan tidak perlu di beri aluminium foil
9. Dan pasangkan doff tersebut ke PVC paralon
10. Kemudian, wajan yang telah di bolongi tadi dipasangkan dengan doff yang satu nya lagi, sebelum nya doff tersebut dilubangi sesuai dengan ukuran bautyang sudah di siapkan, dan kencangkan secukup nya.
11. Kemudian tinggal pasangkan PVC paralon tadi ke wajan yang sudah di pasang doff.
12. Dan Wajan bolic sudah siap untuk digunakan browsing, atau paling tidak untuk wardriving.

Di Ambil dari http://naimkudus.blogspot.com/2008/03/cara-membuat-antena-wifi.html

Apa Itu HotSpot..??

Wireless Hotspot

Hotspot adalah lokasi dimana user dapat mengakses melalui mobile computer (seperti laptop atau PDA) tanpa mengguakan koneksi kabel dengan tujuan suatu jarigan seperti internet. Dengan berkembangnya jaman, saat ini telah banyak HandPhone(HP) yang telah memiliki faslitas WiFi. Jaringan nirkabel menggunakan radio frekuensi untuk melakukan komunikasi antara perangkat komputer dengan akses point dimana pada dasarnya berupa penerima dua arah yang bekerja pada frekuensi 2.4 GHz (802.11b, 802.11g) dan 5.4 GHz (802.11a)


Pada umumnya peralatan wifi hotspot menggunakan standarisasi IEEE 802.11b atau IEEE 802.11g dengan menggunakan beberapa level keamanan seperti WEP dan/atau WPA. Perangkat laptop sudah banyak yang dilengkapi dengan adapter IEEE 802.11b atau IEEE 802.11g. Akan tetapi dapat juga digunakan peralatan wireless dalam bentuk PCMCIA atau USB.
Daerah hotspot di PENS saat ini adalah gedung D3, gedung D4 dan ruang manajemen PENS.

Keamanan HotSpot

Sistem keamanan Wi-Fi masih jauh dari sempurna. Dari dua pilihan sistem keamanan yang tersedia (WEP atau WAP), manakah yang layak anda gunakan. Fleksibilitas dan kenyamanan koneksi merupakan dampak positif yang paling kita rasakan saat menggunakan jaringan Wi-Fi. Akan tetapi, koneksi Wi-FI juga menyimpan risiko keamanan tersendiri. Sifat yang secara nirkabel secara tidak langsung membuka celah PC anda bagi siapa saja yang ikut serta dan bila perlu menyadap lalu-lintas data yang ditransmisikan dalam jaringan Wi-Fi.
Hingga saat ini dua standar keamanan dalam jaringan Wi-Fi sudah disodorkan. Standar yang pertama adalam WEP (Wired Equivalent Protocol), disusul standar WPA (Wi-Fi Protected Access). WEP mengamankan lalu lintas informasi pada jaringan Wi-Fi dengan menggunakan sistem “kunci pengaman” yang disebut “WEP key”. Dengan WEP key ini semua lalu lintas data terlebih dahulu di-encode atau encrypt sebelum ditransmisikan ke udara sehingga mencegah akses terhadap pihak yang tidak berkepentingan.

Adapun standar keduanya yaitu WPA dilahirkan sebagai solusi keamanan jaringan Wi-Fi temporary menunggu kehadiran standar keamanan yang lebih baik yaitu 802.11i. Meskipun sama-sama menggunakan sistem kunci pengamana untuk meng-encode data, WPA berbeda dibandingkan dengan WEP karena menggunakan kunci pengamanan yang sifatnya dinamis alias selalu berubah-ubah saat melakukan proses enkripsi untuk setiap paketnya. Kunci pengamanan dinamis yang disebut Temporal Key Integrity Protocol (TKIP) ini tentu saja lebih mempersulit terjadinya penyadapan data.
Meskipun WPA lebih aman untuk digunakan, ada satu hal yang perlu anda perhatikan. Beberapa perangkat Wi-Fi yang muncul pertama kali akan bermasalah saat mencoba mengakses jaringan Wi-Fi dengan sistem keamanan WPA. Sebagian dapat diatasi dengan meng-upgrade firmware-nya sebagian lagi tidak memiliki pintu masuk ke jaringan tersebut karena tidak dapat di-upgrade. Oleh karena itu pilihannya adalah jaringan yang lebih aman ataukah jaringan yang kurang kompatibel.
Konfigurasi WEP

WEP akan mengenkripsi seluruh data untuk meningkatkan kemanan. Ada 2 enkripsi level (panjang key), yaitu 64-bit atau 128-bit. Seluruh wireless devices pada jaringan harus menggunakan seting WEP yang sama (same level & same keys). Silahkan meng-enable WEP pada AP/Wireless router sebelum kita menghidupkan WEP pada wireless adapter.

1. Silahkan buka wireless utility dengan mengklik icon pada task bar.
2. Pastikan anda telah menset WEP encryption pada AP/wireless router sebelumnya. Sebaiknya menggunakan HEX format untuk encryption key.
3. Double-click icon pada system tray untuk membuka Wireless Configuration Utility HW.31. Click pada Configuration tab.
4. Enable Encryption.
5. Pilih Key Length.
6. Pilih Key number dan masukkan HEX WEP key. Ini harus sama dengan setingan AP/Wireless router anda.
7. 64-bit The key seharusnya memiliki 10 Hex Digits (0-9, A-F).
Contoh: 1234567ADF
128-bit The key should be 26 Hex Digits (0-9, A-F).
Contoh: 12345678901234567890ABCDEF

Konfigurasi WPA
1. Double-click icon pada system tray untuk membuka Wireless Configuration Utility HW.31.
2. Klik pada Configuration tab.
3. Enable Encryption.
4. Pilih WPA-PSK.
5. Masukkan Passphrase.

Tips mengamankan Jaringan Wireless

1. Penggantian username dan passwords
sekarang ini sudah tersedia web tools yang dilengkapi dengan halaman login. Sehingga hanya user yang memiliki hak akses yang dapat mengakses alamat jaringan.

2. Mengaktifkan enkripsi yang sesuai
Pada umumnya semua perangkat Wi-Fi mendukung teknik enkripsi. Agar teknik ini berfungsi dengan baik, maka seluruh perangkat Wi-Fi pada suatu LAN harus memiliki setingan enkripsi yang sama.

3. Pengubahan default SSID
Semua access point dan router menggunakan network name yang disebut SSID. Setiap perusahaan pada umumnya pasti memiliki satu SSID. Jika ada orang yang mengetahui default SSID dari jaringan kita, maka mereka akan melihat keburukan jaringan kita dan memungkinkan mereka untuk menyerang. Sehingga kita perlu mengubah default SSID saat mengkonfigurasi LAN.

4. Mengaktifkan MAC Address Filtering
Setiap perangkat Wi-Fi memiliki identitas yang unik disebut “physical address” atau “MAC address”. Access Point dan router menjaga track MAC address dari seluruh perangkat yang terhubung kepadanya.

5. Me-nonaktifkan SSID broadcast
Pada jaringan Wi-Fi, jika kita melakukan akses maka access point atau router akan mem-broadcast SSID dari jaringan. Fasilitas ini didisain untuk bisnis dan mobile hotspots dimana Wi-Fi clients sangat mobile. Fasilitas SSID broadcast pada mayoritas Wi-Fi Access Point dapat dinon-aktifkan oleh administrator jaringan.

6. Menandai alamat IP static pada perangkat
Beberapa jaringan rumahan menggunakan pengalamatan IP dinamis. Teknologi DHCP membuat mudah dan cepat untuk merealisasikannya. Sayangnya, fasilitas dari IP dinamis ini menguntungkan para attacker, karena dapat mengisi alamat IP yang valid dari DHCP pool. Matikan DHCP pada router atau access point kemudian set range alamat IP, lalu set perangkat yang terhubung untuk penyesuaian. Gunakan range private IP (contoh 10.0.0.x) untuk mencegah komputer dari yang secara langsung diambil dari internet.

7. Posisi router atau access point yang aman
Signal Wi-Fi secara normal dapat menjangkau keluar ruangan. Sejumlah kecil kelemahan dari luar bukan suatu masalah, tetapi sejauh ini signal dapat terjangkau. Signal Wi-Fi sering dapat keluar jalur dan melewati jaringan tetangga. Saat instalasi jaringan wireless home, posisi access point atau router menentukan jangkauannya. Cobalah untuk memposisikan perangkat ini berdekatan dengan pusat jaringan daripada dengan jendela untuk meminimalisasi kelemahan.

Entry Filed under: Jaringan Komunikasi. .