12.21.2010

Arti Lambang Keraton Yogyakarta


Gbr. Keraton Yogyakarta

Kita semua sering menemui lambang kebesaran Keraton Yogya. Tidak jarang saya menjumpai beberapa mobil memasang lambang ini,ataupun di kaos-kaos, bendera, sticker, dll. Berbagai pernak-pernik juga sering kita jumpai saat kita mengunjungi Malioboro. Nama lambang yang selalu menghiasi bangunan-bangunan Keraton Yogyakarta tersebut adalah Praja Cihna. Dari pengetahuan saya, nama tersebut diambil dari bahasa sansekerta Praja yang berarti Abdi Negara dan Cihna yang berarti Sifat Sejati. Secara harafiah, menurut saya Praja Cihna bisa diartikan Sifat Sejati Abdi Negara.

Download Logo Keraton Jogja


Gbr. Logo Keraton Jogja

Banyak yang menanyakan dimana bisa memperoleh Logo Keraton Ngayogyakarta. Berikut ini kami upload Logo Kraton Ngayogyakarta & Logo Hamengkubuwono X dalam versi vector (Corel Draw, format .cdr) Semoga bermanfaat untuk teman-teman yang ingin membikin merchandise (Stiker, Kaos, bendera dll) dgn menggunakan logo-logo tersebut. Trims to Indra Hatma yang telah membuatnya.

Download Logo Keraton Yogyakarta(CorelDraw) (format .cdr)

di salin dari fb YOGYAKARTA





Lagu Jogja Istimewa


Daerah Istimewa Yogyakarta (atau Jogja, Yogya, Yogyakarta, Jogjakarta dan seringkali disingkat DIY) adalah sebuah provinsi di Indonesia yang terletak di bagian selatan Pulau Jawa dan berbatasan dengan Provinsi Jawa Tengah di sebelah utara. Secara geografis Yogyakarta terletak di pulau Jawa bagian Tengah.


Gonjang-ganjing keistimewaan jogja masih belum berakhir. Entah apakah karena pemerintah iri karena tidak bisa dicintai rakyatnya seperti yang terjadi pada sultan, yang pasti pemerintah telah mengusik ketentraman jogja. Tidak sedikit yang menyayangkan apa yang dilakukan oleh pemerintah. Banyak dukungan supaya jogja tetap istimewa dilakukan oleh masyarakat, baik dengan turun ke jalan, mengikuti sidang paripurna DPRD jogja, dll.

Amanat Sri Sultan Hamengku Buwono IX



Kami Hamengku Buwono IX,
Sultan Negeri Ngayogyakarta Hadiningrat menyatakan,

  1. Bahwa Negeri Ngayogyakarta Hadiningrat yang bersifat kerajaan adalah Daerah Istimewa dari Republik Indonesia
  2. Bahwa kami sebagai Kepala Daerah memegang segala kekuasaan dalam negeri Ngayogyakarta Hadiningrat, oleh karena itu berhubung dengan keadaan pada dewasa ini segala urusan pemerintahan dalam Negeri Ngayogyakarta Hadiningrat mulai saat ini berada di tangan kami dan kekuasaan-kekuasaan lainnya kami pegang seluruhnya.
  3. Bahwa perhubungan antara Negeri Ngayogyakarta Hadiningrat dengan pemerintahan pusat Negera Republik Indonesia, bersifat langsung dan kami bertanggung jawab atas Negeri kami langsung kepada Presiden Republik Indonesia.
Kami memerintahkan supaya segenap penduduk dalam Negeri Ngayogyakarta Hadiningrat mengindahkan Amanat kami ini.

Ngayogyakarta Hadiningrat
28 Puasa Ehe 1876 atau
5-9-1945
ttd.
Hamengku Buwono IX

12.19.2010

Machine code

In most computers, individual instructions are stored as machine code with each instruction being given a unique number (its operation code or opcode for short). The command to add two numbers together would have one opcode, the command to multiply them would have a different opcode and so on. The simplest computers are able to perform any of a handful of different instructions; the more complex computers have several hundred to choose from—each with a unique numerical code. Since the computer's memory is able to store numbers, it can also store the instruction codes. This leads to the important fact that entire programs (which are just lists of these instructions) can be represented as lists of numbers and can themselves be manipulated inside the computer in the same way as numeric data. The fundamental concept of storing programs in the computer's memory alongside the data they operate on is the crux of the von Neumann, or stored program, architecture. In some cases, a computer might store some or all of its program in memory that is kept separate from the data it operates on. This is called the Harvard architecture after the Harvard Mark I computer. Modern von Neumann computers display some traits of the Harvard architecture in their designs, such as in CPU caches.

While it is possible to write computer programs as long lists of numbers (machine language) and while this technique was used with many early computers,[21] it is extremely tedious and potentially error-prone to do so in practice, especially for complicated programs. Instead, each basic instruction can be given a short name that is indicative of its function and easy to remember—a mnemonic such as ADD, SUB, MULT or JUMP. These mnemonics are collectively known as a computer's assembly language. Converting programs written in assembly language into something the computer can actually understand (machine language) is usually done by a computer program called an assembler. Machine languages and the assembly languages that represent them (collectively termed low-level programming languages) tend to be unique to a particular type of computer. For instance, an ARM architecture computer (such as may be found in a PDA or a hand-held videogame) cannot understand the machine language of an Intel Pentium or the AMD Athlon 64 computer that might be in a PC.[22]